JAKARTA. Ketua Mahkamah Agung, Harifin Tumpa meminta KAI dan Peradi menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan konflik perpecahan organisasi advokat Indonesia yang sudah berlarut-larut. “Biar pengadilan nanti yang memutuskan,” katanya usai memberi orasi ilmiah pada wisuda Universitas Nasional, Rabu (27/5).

Tumpa menegaskan, perpecahan antara KAI dan Peradi merupakan urusan kedua organisasi itu. MA tidak pada posisi mengakui keberadaan kedua organisasi itu. Tumpa pun mengakui, Peradi maupun KAI saling menyatakan diri mereka benar. “MA terus mendorong agar kedua organisasi tersebut bersatu,” ucapnya.

Tumpa menegaskan, MA tidak akan mengambil sumpah advokat baru selama belum ada ada penyelesaian diantara kedua organisasi itu. MA juga telah mengeluarkan surat kepada seluruh Ketua Pengadilan Tinggi di Indonesia terkait hal tersebut.

Konflik antara KAI dengan Peradi bermula dari penolakan sejumlah pengacara dengan keberadaan Peradi, salah satunya pengacara kawakan Adnan Buyung Nasution. Lantas mereka menyelenggarakan kongres pengacara yang menolak keberadaan Peradi. Kongres yang digelar pada 30-31 Mei 2008 itu melahirkan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Sumber : Yohan Rubiyantoro, KONTAN